option for the poor vs hormat pada martabat manusia… ternyata ada orang yang gak mau pake istilah ‘option for the poor’… kayaknya karena membedakan antara yang ‘rich’ dan ‘poor’, dan seringkali kita jadi terjebak pada pola relasi yang ‘frontal’, berhadapan, berseberangan… jadi orang itu lebih nyaman pake ‘hormat pada martabat manusia’…
dua point hebat, mbak helena, membeda-bedakan dan terjebak dalam relasi frontal sebagai akibatnya. thanks berat sudah mengingatkan. kayaknya gereja sadar banget dengan bahaya itu. di lain pihak, saat ada penindasan, kira-kira martabat siapa ya yang paling dilukai? the preferential option for poor sebenarnya adalah ajakan untuk bersama-sama memberi perhatian kepada mereka yang martabatnya paling parah dilukai…
Salut. Kalo pendamping anjal & kaum marginal bekualitas, programmnya bisa banyak diharapkan, setidaknya visioner & strategiknya jalan dan akan mudah difollow through oleh yg lain. Great Mo! Great Wan! Perbesar lingkaran pengaruh terus ya!
Bosco, thanks berat. Moga-moga bukan pujian yang terlalu berat…ini aja mau update rasanya gak selesai-selesai…hehehe….
Wah abot tenan, perlu belajar banyak…baru nemu sih. mudah2 an aku tambah pinter baca tulisan Romo. Tetap semangat krn banyak yang membutuhkan, paling tidak aku membutuhkan ben dadi wong pinter.met ist Romo, salam.nuwun
October 2, 2008 at 10:33 am
Ini bagus, lengkapi daftar referensi, agar orang lain bisa mengkaji lebih jauh.
October 2, 2008 at 11:52 am
Ide cemerlang, teman. Ntar kulampiri referensi untuk tiap posting. Suwun
October 15, 2008 at 2:23 pm
Tingkatkan terus kreativitas rm..
jangan pernah berhenti untuk selalu menulis dan berkarya!!
October 17, 2008 at 5:44 pm
Suwun, Dunk…dah mampir menjenguk rumah ini.
October 29, 2008 at 7:10 pm
salam kenal juga, romo… terus nulis ya…
terima kasih sudah nyempatkan dolan, helena…moga-moga selalu bisa nulis…
October 29, 2008 at 9:56 pm
option for the poor vs hormat pada martabat manusia… ternyata ada orang yang gak mau pake istilah ‘option for the poor’… kayaknya karena membedakan antara yang ‘rich’ dan ‘poor’, dan seringkali kita jadi terjebak pada pola relasi yang ‘frontal’, berhadapan, berseberangan… jadi orang itu lebih nyaman pake ‘hormat pada martabat manusia’…
dua point hebat, mbak helena, membeda-bedakan dan terjebak dalam relasi frontal sebagai akibatnya. thanks berat sudah mengingatkan. kayaknya gereja sadar banget dengan bahaya itu. di lain pihak, saat ada penindasan, kira-kira martabat siapa ya yang paling dilukai? the preferential option for poor sebenarnya adalah ajakan untuk bersama-sama memberi perhatian kepada mereka yang martabatnya paling parah dilukai…
November 19, 2008 at 10:39 am
Salut. Kalo pendamping anjal & kaum marginal bekualitas, programmnya bisa banyak diharapkan, setidaknya visioner & strategiknya jalan dan akan mudah difollow through oleh yg lain. Great Mo! Great Wan! Perbesar lingkaran pengaruh terus ya!
Bosco, thanks berat. Moga-moga bukan pujian yang terlalu berat…ini aja mau update rasanya gak selesai-selesai…hehehe….
June 29, 2009 at 10:22 pm
Wah abot tenan, perlu belajar banyak…baru nemu sih. mudah2 an aku tambah pinter baca tulisan Romo. Tetap semangat krn banyak yang membutuhkan, paling tidak aku membutuhkan ben dadi wong pinter.met ist Romo, salam.nuwun