Karena ASG adalah bagian integral dari ajaran iman Katolik, rasanya tidak berlebihan bila komunitas-komunitas Gerejani adalah pihak yang pertama-tama dituntut mewujudkan ASG dalam hidup sehari-hari. Hal ini bisa dilihat dalam relasi antar anggotanya dan relasi dengan masyarakat serta tertuang dalam program, kebijakan, kebiasaan, dsb. Mungkin baik bila kita mencoba mencermati sejauh mana prinsip-prinsip ASG meresapi program, kebijakan, maupun kebiasaan yang telah sekian lama berjalan di paroki atau komunitas kita. Poin-poin di bawah ini adalah contoh mengenai hal-hal yang bisa kita cermati menurut lima tugas Gereja.

Uups, baca terus donk…

Ajaran Sosial Gereja atau ASG berisikan ajaran Gereja tentang permasalahan keadilan di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. ASG berusaha membawakan terang Injil ke dalam persoalan keadilan sosial di tengah jaringan relasi masyarakat yang begitu kompleks. Dengan kata lain, ASG berusaha mengaplikasikan ajaran-ajaran Injil ke dalam realitas sosial hidup bermasyarakat di dunia. Tujuan ASG adalah menghadirkan kepada manusia rencana Allah bagi realitas sekular dan menerangi serta membimbing manusia dalam membangun dunia seturut rencana Tuhan (bdk. Hervada).

Secara sempit ASG dimengerti sebagai kumpulan aneka dokumen (umumnya disebut ensiklik) yang dikeluarkan oleh Magisterium Gereja dan berbicara tentang persoalan-persoalan sosial. Dokumen-dokumen tersebut antara lain Rerum Novarum (tentang kondisi buruh, dikeluarkan oleh Paus Leo XIII tahun 1891), Quadragessimo Anno (tentang pembaharuan tatanan sosial oleh Paus Pius XI tahun 1931), Mater et Magistra (tentang umat kristiani dan persoalan-persoalan sosial di dunia oleh Paus Yohanes XXIII tahun 1961), hingga yang terakhir untuk sementara ini, yakni Centesimus Annus (1991). Ensiklik terakhir ini berisi penegasan Paus Yohanes Paulus II bahwa Ajaran Sosial Gereja termasuk dalam ajaran resmi iman dan tergolong dalam antropologi teologis. Antropologi teologis dimengerti sebagai teologi tentang manusia yang telah ditebus dan dirahmati oleh Kristus.

Read the rest of this entry »