solidaritas adalah ketetapan hati yang mantap dan tekun untuk membaktikan diri pada kesejahteraan umum, yaitu pada kebaikan semua orang dan setiap individu…. (SRS art. 38)

Ketika Rm. Rafael menelpon dan meminta saya menulis artikel tentang solidaritas untuk buletin Kevin, saya sedang berada di posko Merapi bersama teman-teman relawan yang dikoordinasi oleh Sekretariat Karya Sosial CM di Surabaya bekerja sama dengan JRS (Jesuit Refugee Service) Yogya. Justru ketika sedang berjibaku dengan para relawan bersama korban Merapi, saya malah diminta merumuskan gagasan tentang solidaritas. Walau pun permintaan tersebut tidak terlalu saya pikirkan sampai tiba kembali di Surabaya, bekerja bersama dengan para korban Merapi seakan menyediakan konteks bagi permenungan tentang solidaritas ini.

Dalam tulisan kecil ini, saya mencoba membangun paparan mengenai solidaritas dengan menggunakan urutan apa, mengapa, dan bagaimana. Apa arti solidaritas adalah pertanyaan pertama mengawali pembahasan ini. Tentu saja, arti yang hendak diulas adalah arti menurut Ajaran Sosial Gereja (ASG). Ajaran Sosial Gereja sendiri merupakan upaya Gereja sejak awal berdirinya dalam mewujudkan misi penyelamatan dunia dan menandai kehadiran karya penyelamatan di tengah masyarakat luas (Chang: 2010, 32-37). Arti solidaritas yang dibahas di sini lalu sangat erat kaitannya dengan misi yang diemban Gereja.

Lanjutannya…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.