Kerja Manusia

November 10, 2008

Apa makna kerja bagi manusia? Apakah kerja sekedar sarana bagi manusia untuk mencari makan? Apakah kerja hanya berguna untuk menghidupi diri dan keluarga?

“Untuk memahami kerja, kita harus melampaui pandangan sempit tentang manusia sebagai makhluk ekonomi dan menempatkan pribadi manusia dalam totalitasnya. Kerja bukanlah semata-mata kegiatan ekonomi, tetapi juga merupakan kegiatan sosial, politis, budaya dan spiritual,….” (Charles Clark, Ch. 8, 14)

Sekali lagi, visi tentang manusia menjadi dasar. Pemahaman tentang kerja berangkat dari visi tentang manusia. Visi mengenai manusia yang melulu ekonomi akan sangat mengurangi makna kerja bagi manusia yang bukan hanya makhluk ekonomi. Gereja selalu bertitik tolak dari keyakinan berdasarkan iman bahwa manusia diciptakan sebagai citra Allah sendiri.

“Sabda pewahyuan Allah secara mendalam ditandai oleh kebenaran fundamental bahwa manusia, dengan diciptakan menurut gambar dan wajah Allah, berpartisipasi dalam kegiatan Sang Pencipta melalui pekerjaannya dan bahwa, dalam batas-batas kemampuan manusiawinya, manusia dalam arti tertentu melanjutkan perkembangan kegiatan penciptaan tersebut dan menyempurnakannya melalui kemajuan manusia dalam penemuan sumber-sumber dan nilai-nilai yang terkandung dalam keseluruhan ciptaan.” (LE art. 25). 

Dalam kutipan di atas, ensiklik Laborem Exercens menarik garis tegas antara kerja manusia dan martabatnya sebagai citra Allah. Kedua hal itu tidak dapat dipisahkan. Sebagai citra diri Sang Pencipta, manusia diundang berpartisipasi dalam proses penciptaan. Partisipasi tersebut diwujudkan manusia melalui kerja. Dengan demikian, kerja adalah sarana manusia dalam ambil bagian melanjutkan karya penciptaan Allah.

Hal pertama yang perlu kita ingat dalam me-wacana-kan kerja adalah manusianya. Manusia memiliki martabat sebagai citra Allah. Karena itu, kerja perlu dilihat dalam konteks partisipasi manusia sebagai citra Allah dalam karya penciptaan Penciptanya.

 

Charles Clark. Economic Insight from the Catholic Social Thought Tradition. 2006. Manuscript.

Yohanes Paulus II. Laborem Exercens. 1981.

One Response to “Kerja Manusia”

  1. padma Says:

    refleksinya diperdalam lagi deh…

    terima kasih Padma. tulisan ini memang belum semuanya. akan disambung dengan tulisan-tulisan berikutnya. moga-moga refleksi tentang kerja jadi lebih mendalam.


Leave a Reply