Kerja adalah untuk Manusia
November 20, 2008
Karena yang bekerja adalah manusia citra Allah, yang dipanggil kepada kepenuhan dan kesempurnaan, kerja menjadi sarana yang menghantar manusia kepada pemenuhan dirinya, untuk menjadi manusia seutuhnya. Hal ini ditegaskan dalam ensiklik Laborem Exercens.
“Sebagai seorang pribadi, manusia karenanya adalah subjek dari kerja. Sebagai pribadi ia bekerja, melaksanakan berbagai tindakan yang termasuk dalam proses kerja. Terpisah dari isi objektifnya, seluruh tindakan tersebut haruslah diabdikan untuk mewujudkan kemanusiaannya, untuk memenuhi panggilan sebagai pribadi yang merupakan dasar dari martabat kemanusiaannya…. Sama sekali tidak diragukan bahwa kerja manusiawi memiliki sebuah nilai etis dari dirinya sendiri, yang secara jelas dan langsung berkaitan dengan kenyataan bahwa seseorang yang melakukan pekerjaan adalah seorang pribadi, subjek yang sadar dan bebas, yakni subjek yang mampu membuat keputusan bagi dirinya sendiri.” (LE art. 6).
Kerja Manusia
November 10, 2008
Apa makna kerja bagi manusia? Apakah kerja sekedar sarana bagi manusia untuk mencari makan? Apakah kerja hanya berguna untuk menghidupi diri dan keluarga?
“Untuk memahami kerja, kita harus melampaui pandangan sempit tentang manusia sebagai makhluk ekonomi dan menempatkan pribadi manusia dalam totalitasnya. Kerja bukanlah semata-mata kegiatan ekonomi, tetapi juga merupakan kegiatan sosial, politis, budaya dan spiritual,….” (Charles Clark, Ch. 8, 14)


